Selasa, 13 Oktober 2015 | By: Unknown

PENYAIR



Jika tak ada mesin ketik
Aku akan menulis dengan tangan

Jika tak ada tinta hitam
Aku akan menulis dengan arang

Terima - Damai - Kembangkan


Sebagian dari kita adalah penuntut...
Bukan pemberi jalan...
Bukan orang yang berdamai kepada orang lain.
Sekalipun itu adalah diri kita sendiri.
Berdamai dalam arti menerima dengan apa yang kita punya.
Menerima saja, mungkin tak cukup.
Mengembangkannya adalah tambahan setelah kita menerima.

Selasa, 22 September 2015 | By: Unknown

Tentang Masalah Kepercayaan



Bukan masalah websitemu berbayar atau gratis
 lalu menjadikan orang percaya kepadamu
.
Bukan pula masalah kau orang terpandang,
 terkenal, ber-uang, dan segalanya
kemudian menjadikan orang percaya kepadamu.
Lalu menempatkan posisi orang yang kekurangan
sebagai orang yang tak patut dipercaya

Kambing Hitam



Aku terseyum melihatnya yang begitu pandai berkilah ketika aku berdiri disampingnya disaat ia duduk dengan seorang yang penting baginya, mungkin bagiku juga penting.
Melihat Geraknya.. aku nyaris tertawa, karena gerak itu bak kebakaran jenggot. Ia berusaha menutupi kesahannya yang sudah jelas TIDAK ADA LAGI YANG MENJADI KAMBING HITAM-nya saat itu!!
Minggu, 09 Agustus 2015 | By: Unknown

Menulis Adalah Misteri

(Oleh: Andrew A. Navara)


Menulis adalah suatu keindahan…. Menulis adalah suatu jejak…. Menulis adalah suatu perjalanan…. Menulis adalah suatu pelepasan emosi yang dirasa sudah bisa dilepaskan di dalam benak yang membelit, dan setelah kita menumpahkannya di atas secarik kertas dengan kata yang paling jujur akan merasakan suatu kepuasan, kepuasan yang meringakan sedikit beban…. Menulis adalah suatu kepuasan…. Atau.., menulis adalah suatu tanggung jawab yang sudah kita selesaikan bahkan mungkin suatu tanggung jawab yang akan kita selesaikan untuk esok, dua hari, dua minggu, dua bulan atau mungkin.., dua tahun.Dan masih banyak lagi jawaban yang ketika kita diberi suatu pertanyaan “Apa tujuanmu untuk menulis?”
Kamis, 23 Juli 2015 | By: Unknown

Tentangnya - Part 3: Saat Dengannya



Aku suka rembulan yang tersenyum miring di pucuk terdekat tiang menara masjid itu. Letaknya terlihat begitu dekat dari pucuk menara berkilat cahaya dengan rembulan buatan yang tertancap sedang memangku bintang dengan ukuran yang sama besarnya.
Tak pernah bosan aku menatapnya. Senyum tipis yang dapat kulemparkan saat menatap senyum miring rembulan.
Andai...
Jumat, 03 Juli 2015 | By: Unknown

Kutunggu Hujanmu


(Oleh: Andrew A. Navara)
Ketika musim hujan kumerindukan kemarau, sebab di sana ku selalu dapat bertemu dengannya tak seperti ketika hujan. Waktu selalu batal ketika kami akan bertemu setelah malam kuserius berdoa agar esok tak hujan hingga tak dapat terkatup mataku.
Ketika musim kemarau kumerindukan hujan, sebab dalam hujan selalu tersimpan banyak alur cerita yang terdapat di sana, sambil medengarkan butir tetes hujan dalam jumlah milyaran dengan nada yang beraturan namun indah.
Rabu, 18 Maret 2015 | By: Unknown

Appreciated



Everyone need appreciated. 
But no many people doesn't know that !!
They just consider important his self,
 for getting that appreciated.
Selasa, 24 Februari 2015 | By: Unknown

Dua Wujud yang Memiliki Kesamaan dan Perbedaan



Uang memiliki dua sisi. Sisi depan dan juga sisi belakang.
Begitu juga dengan manusia yang memiliki dua sisi, sisi baik dan sisi buruk.

Namun keduanya sangat berbeda. Dimana sisi depan dan sisi belakang uang jika dalam kondisi yang sangat buruk, ia masih dapat digunakan.

Jumat, 14 November 2014 | By: Unknown

World In Comedy - Part 3 : Ingin Kami Hanya Didengar ...,



Ingin Kami Hanya Didengar
Bukan Maksud Kami Melawan atau Berkelakar
(Oleh: Andrew A. Navara)

Tolong beri ruang gerak yang banyak untuk kami dapat menyampaikan aspirasi kami sebagai warga Negara ini. Dan mohon untuk menerimanya dengan segala lapang dada. Jika memang tidak menerimanya mohon untuk tak memainkan hukum yang kami tidak tahu menahu tentang hukum yang ada di Negara kami beranjak ini. Hukum kerap memberikan despensasi bagi orang-orang yang berkantong tebal saja. Seakan-akan segala masalah yang berhubungan dengan hukum dapat teratasi dengan mudah, hanya dengan oleh banyaknya berapa jumlah kantong yang ada di dalam saku masing-masing yang sedang berhubungan dengan hukum tersebut. Sebagaimana yang sudah tampak oleh kedua mata kami melalui media-media elektronik yang meyajikan berbagai macam berita yang terjadi di Negara kami.