Rabu, 22 Agustus 2018 | By: Unknown

World in Comedy - Part 10: Seakan Ia yang Paling Berkuasa ...,


Lagaknya seperti preman. Mintanya didengarkan dan suka berbuat semena-mena. Maunya pun tidak ingin dilawan. Ia bak raja hutan yang tidak mau dikalahkan siapapun di dalam lingkungannya, terlebih di dalam rumahnya sendiri. Adu fisik adalah andalannya, karena ia lelaki. Padahal tidak dengan harus adu fisik. –padahal ia anak kecil yang maunya dihargai, maunya dimengerti, tetapi tidak mau mengerti! Anak kecil yang selalu membuat luka di dalam diri orang banyak yang sedikitpun ia tidak mau tahu, meskipun ia tahu.
Rabu, 25 Juli 2018 | By: Unknown

0002. The Midnight Knocks

Andrew A. Navara, Miss O, Dkk.
(Sebuah Kumpulan Cerpen)

 

Terdapat:
3 Kumpulan Cerpen 
Oleh: Andrew A. Navara

3 Kumpulan Cerpen
Oleh: Miss O

Dan jumlah kumpulan Cerpen oleh penulis lainnya.

 

 

Sinopsis:

 



Genre horor adalah genre yang cukup diminati, tetapi jumlah buku bergenre ini tidaklah sebanyak genre lain. Buku ini menjadi alternatif untuk para penggemar cerita bergenre horor. Ditulis oleh beberapa penulis, buku ini terdiri dari beberapa cerita pendek bergenre horor dengan tema yang beragam.

Bukan hanya genre horor, beberapa cerita pun dipadukan dengan genre lain sehingga pembaca tidak akan merasa bosan membaca buku ini. Meskipun begitu, nuansa horor tetap terasa di tiap cerita yang disuguhkan. Selain itu, dari cerita-cerita yang ditulis, pembaca dapat mengetahui hal-hal baru, juga pertanda alam yang selama ini sesungguhnya begitu dekat dengan manusia.

Dari setiap cerita didapatkan berbagai kesan, entah itu seram, merinding, sedih, bahkan lega. Tidak selamanya horor itu sepenuhnya menakutkan. Cerita-cerita dalam buku ini dibalut sedemikian rupa sehingga pembaca dapat merasakan berbagai rasa. Oleh karena itu, buku ini layak untuk dinikmati, terutama bagi pencinta genre horor.
Terbit: Juli 2018


Judul Buku : THE MIDNIGHT KNOCKS
(211 Halaman)
Penulis : Andrew A Navara, Miss O, Dkk.
Penerbit : Ellunar Publisher
Harga : Rp. 50.000


Pemesanan dengan cara ketik: judul-jumlah-nama-alamat-hp
SMS/WA ke: 0896-8530-9651 atau Line (at)ellunar (dg @)
Info: www.ellunarpublisher.com







Kamis, 21 Juni 2018 | By: Unknown

Alam-mu, Tempatmu Berpijak


Alam-mu yah tempatmu berpijak. Kalau pijakanmu, kamu rusak .., yah jangan salahkan pijakanmu itu. Kalau mau pijakanmu kuat dan segalanya tercukupi, buatlah pijakan yang kamu pijak ini menjadi sesuatu yang kuat dan berarti. Seorang diri, tidaklah bisa membuat pijakanmu kuat untuk itu. Butuh peran orang lain. Sebab pijakan itu, sejatinya adalah bukan milikmu sendiri. Itu juga milik orang lain, yang mana kadang ia memijak -pijakannmu. Dan Kadang kau yang memijak -pijakan mereka.

-Andrew A. Navara-






Senin, 09 April 2018 | By: Unknown

World in Comedy - Part 9: Lalu, Ini Salah Siapa?

Kita adalah dua sisi. Sisi baik dan buruk. Begitu anehnya ini ini, mereka tak menyukai sisi buruk lebih tepatnya, tetapi ia berusaha mengendalian dan berusaha menerimanya. Bukankah menerima itu adalah suatu kebaikan, dan bukankah menerima itu akan menimbulkan kebaikan pada akhirnya nanti?
Tiadalah ada di dunia ini satu orang dengan satu sisi saja. Tidaaakk! Satu orang pastinya memiliki dua sisi itu. Ia berusaha berdamai, merangkul sisi buruk itu agar tidak sampai melebar dan membesar.
Rabu, 28 Maret 2018 | By: Unknown

Mereka Itulah yang Enggan Menghadapi Kenyataan


Orang-orang yang tidak mau menghadapi kenyataan dalam hidupnya-lah yang akan melakukan berbagai macam cara, apapun itu untuk membuat orang yang beruntung di bumi ini menjadi orang-orang yang tersakiti hingga ia terpojok dan menyendiri.
Ya ..., terpojok menyediri, karena orang yang tidak mau menghadapi kenyataan dalam hidupnya itu, tengah memutar balikkan pada apa yang sudah ada. Pada sesuatu hal yang sampai membuat orang-orang yang pernah dekat dengannya itu, sangatlah tidak patut untuk didekati.

Orang-Orang yang Tidak Mau Menghadapi Kenyataan

Orang-orang yang tidak mau menghadapi kenyataan dalam hidupnya-lah yang akan melakukan berbagai macam cara, apapun itu untuk membuat orang yang beruntung di bumi ini menjadi orang-orang yang tersakiti hingga ia terpojok dan menyendiri.
-Andrew A. Navara-

Kata Benar dan Salah


Nak, ketika salah berkatalah salah. Ketika benar berkatalah benar. Ketika ragu jangan katakan apa-apa.
Di sana banyak sekali akan kebenaran. Namun kebenaran mereka dibungkam ... kebenaran yang penuh dengan keberanian itu juga terkadang akan menjatuhkan mereka, bahkan juga nyawa mereka menjadi jaminannya.
Ada yang juga salah, kemudian ia enggan mengatakannya hanya merasa dirinya-lah yang paling benar ... hanya dirinya yang merasa paling sempurna ... hanya karena dirinya menjadi atasanmu/seniormu yang akan malu nantinya ketika ia mengakui kesalahannya. Tidak Mengakui kesalahan adalah tingkah yang elegan baginya, berbeda dengan Mengakui ..., suatu tindakan yang memalukan hingga berkata pada diri, 'Mau ditaruh di mana muka ini, kalau mengakui salah.' Seakan-akan mereka-mereka itu, adalah manusia yang paling sempurna, manusia super sempurna yang tak pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Bahkan lupa, sejak ia menjadi balita - remaja - hingga dewasa pernah melakukan kesalahan. Mungkin. Mungkin kesalahan yang tidak ia sengaja, yang ia sengaja, atauu yang tidak ia mau mengingatnya lagi.

World In Comedy - Part 8: Jalankan dan Kembalikan Lagi, Ketika Usai Sudah


Beberapa minggu lalu, terdapat kasus plagiat yang di sosial media. Tak main-main, jumlah karya yang diplagiat olehnya itu sudahlah mencapai 24 karya terhitung pada saat itu yang sudah ditemukan. Semoga cukup 24 saja. Tidak lebih dari itu.
Miris? Ya sangat miris sekali. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, ketika kita sudah capek-capek menulis, capek-capek menggali ide, dan lainnya-lainnya ..., kemudian karya kita dicomot hanya dalam waktu kurang dari semenit dan sisa yang lebih dari semenit itu bisa jadi digunakan untuk mengatur tata letak yang apik dan lain-lainnya yang sudah diambilnya itu.
Terdapat Pro dan Kontra. Jelas banyak yang kontra, karena mereka yang kontra itu sangatlah tidak setuju sekali. Apalagi mereka-mereka itu adalah para penulis yang sudahlah memiliki banyak karya dan banyak pengalaman di dunia kepenulisan.
Minggu, 18 Februari 2018 | By: Unknown

Kau

Kau yang kelak akan sendiri tanpa seorang pun 
di mana masa itu adalah masa penghakiman di akhirat nantinya. 

-Andrew A. Navara-



Menerima Adalah Cara Terbaik

Menerima adalah cara terbaik. 
Sebab menolak atau enggan menerimanya, 
adalah suatu dosa pada apa yang sudah diberikan/dititipkan 
pada kita oleh Allah SWT. 

-Andrew A. Navara-