Lagaknya seperti
preman. Mintanya didengarkan dan suka berbuat semena-mena. Maunya pun tidak
ingin dilawan. Ia bak raja hutan yang tidak mau dikalahkan siapapun di dalam
lingkungannya, terlebih di dalam rumahnya sendiri. Adu fisik adalah andalannya,
karena ia lelaki. Padahal tidak dengan harus adu fisik. –padahal ia anak kecil
yang maunya dihargai, maunya dimengerti, tetapi tidak mau mengerti! Anak kecil
yang selalu membuat luka di dalam diri orang banyak yang sedikitpun ia tidak
mau tahu, meskipun ia tahu.
Andrew A. Navara
About Me
- Unknown
Labels
- Antologi Andrew Arwind Bersama Penulis/Pengarang Lainnya (18)
- Cerbung (20)
- Cerpen (6)
- Diskusi Group Inspirasi-Ku (14)
- FF (40)
- Karya Andrew A. Navara (20)
- Malaikat Cermin (2)
- Negeri 1980 (6)
- Quotes (79)
- Tentangnya (3)
- World in Comedy (11)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
0002. The Midnight Knocks
Andrew A. Navara, Miss O, Dkk.
(Sebuah Kumpulan Cerpen)
3 Kumpulan Cerpen
Oleh: Andrew A. Navara
3 Kumpulan Cerpen
Oleh: Miss O
Dan jumlah kumpulan Cerpen oleh penulis lainnya.
Genre horor adalah genre yang cukup diminati, tetapi jumlah buku bergenre ini tidaklah sebanyak genre lain. Buku ini menjadi alternatif untuk para penggemar cerita bergenre horor. Ditulis oleh beberapa penulis, buku ini terdiri dari beberapa cerita pendek bergenre horor dengan tema yang beragam.
Bukan hanya genre horor, beberapa cerita pun dipadukan dengan genre lain sehingga pembaca tidak akan merasa bosan membaca buku ini. Meskipun begitu, nuansa horor tetap terasa di tiap cerita yang disuguhkan. Selain itu, dari cerita-cerita yang ditulis, pembaca dapat mengetahui hal-hal baru, juga pertanda alam yang selama ini sesungguhnya begitu dekat dengan manusia.
Dari setiap cerita didapatkan berbagai kesan, entah itu seram, merinding, sedih, bahkan lega. Tidak selamanya horor itu sepenuhnya menakutkan. Cerita-cerita dalam buku ini dibalut sedemikian rupa sehingga pembaca dapat merasakan berbagai rasa. Oleh karena itu, buku ini layak untuk dinikmati, terutama bagi pencinta genre horor.
Terbit: Juli 2018
(Sebuah Kumpulan Cerpen)
Terdapat:
3 Kumpulan Cerpen
Oleh: Andrew A. Navara
3 Kumpulan Cerpen
Oleh: Miss O
Dan jumlah kumpulan Cerpen oleh penulis lainnya.
Sinopsis:
Genre horor adalah genre yang cukup diminati, tetapi jumlah buku bergenre ini tidaklah sebanyak genre lain. Buku ini menjadi alternatif untuk para penggemar cerita bergenre horor. Ditulis oleh beberapa penulis, buku ini terdiri dari beberapa cerita pendek bergenre horor dengan tema yang beragam.
Bukan hanya genre horor, beberapa cerita pun dipadukan dengan genre lain sehingga pembaca tidak akan merasa bosan membaca buku ini. Meskipun begitu, nuansa horor tetap terasa di tiap cerita yang disuguhkan. Selain itu, dari cerita-cerita yang ditulis, pembaca dapat mengetahui hal-hal baru, juga pertanda alam yang selama ini sesungguhnya begitu dekat dengan manusia.
Dari setiap cerita didapatkan berbagai kesan, entah itu seram, merinding, sedih, bahkan lega. Tidak selamanya horor itu sepenuhnya menakutkan. Cerita-cerita dalam buku ini dibalut sedemikian rupa sehingga pembaca dapat merasakan berbagai rasa. Oleh karena itu, buku ini layak untuk dinikmati, terutama bagi pencinta genre horor.
Terbit: Juli 2018
Judul Buku : THE MIDNIGHT KNOCKS
(211 Halaman)
Penulis : Andrew A Navara, Miss O, Dkk.
Penerbit : Ellunar Publisher
Harga : Rp. 50.000
Penerbit : Ellunar Publisher
Harga : Rp. 50.000
Pemesanan dengan cara ketik: judul-jumlah-nama-alamat-hp
SMS/WA ke: 0896-8530-9651 atau Line (at)ellunar (dg @)
Info: www.ellunarpublisher.com
SMS/WA ke: 0896-8530-9651 atau Line (at)ellunar (dg @)
Info: www.ellunarpublisher.com
Alam-mu, Tempatmu Berpijak
Alam-mu yah tempatmu berpijak. Kalau pijakanmu, kamu rusak .., yah
jangan salahkan pijakanmu itu. Kalau mau pijakanmu kuat dan segalanya
tercukupi, buatlah pijakan yang kamu pijak ini menjadi sesuatu yang kuat
dan berarti. Seorang diri, tidaklah bisa membuat pijakanmu kuat untuk
itu. Butuh peran orang lain. Sebab pijakan itu, sejatinya adalah bukan
milikmu sendiri. Itu juga milik orang lain, yang mana kadang ia memijak
-pijakannmu. Dan Kadang kau yang memijak -pijakan mereka.
-Andrew A.
Navara-
World in Comedy - Part 9: Lalu, Ini Salah Siapa?
Kita adalah dua
sisi. Sisi baik dan buruk. Begitu anehnya ini ini, mereka tak menyukai sisi
buruk lebih tepatnya, tetapi ia berusaha mengendalian dan berusaha menerimanya.
Bukankah menerima itu adalah suatu kebaikan, dan bukankah menerima itu akan
menimbulkan kebaikan pada akhirnya nanti?
Tiadalah ada di
dunia ini satu orang dengan satu sisi saja. Tidaaakk! Satu orang pastinya
memiliki dua sisi itu. Ia berusaha berdamai, merangkul sisi buruk itu agar
tidak sampai melebar dan membesar.
Mereka Itulah yang Enggan Menghadapi Kenyataan
Orang-orang
yang tidak mau menghadapi kenyataan dalam hidupnya-lah yang akan melakukan
berbagai macam cara, apapun itu untuk membuat orang yang beruntung di bumi ini
menjadi orang-orang yang tersakiti hingga ia terpojok dan menyendiri.
Ya
..., terpojok menyediri, karena orang yang tidak mau menghadapi kenyataan dalam
hidupnya itu, tengah memutar balikkan pada apa yang sudah ada. Pada sesuatu hal
yang sampai membuat orang-orang yang pernah dekat dengannya itu, sangatlah tidak patut untuk didekati.
Orang-Orang yang Tidak Mau Menghadapi Kenyataan
Orang-orang
yang tidak mau menghadapi kenyataan dalam hidupnya-lah yang akan melakukan
berbagai macam cara, apapun itu untuk membuat orang yang beruntung di bumi ini
menjadi orang-orang yang tersakiti hingga ia terpojok dan menyendiri.
-Andrew A. Navara-
Kata Benar dan Salah
Nak,
ketika salah berkatalah salah. Ketika benar berkatalah benar. Ketika ragu
jangan katakan apa-apa.
Di
sana banyak sekali akan kebenaran. Namun kebenaran mereka dibungkam ...
kebenaran yang penuh dengan keberanian itu juga terkadang akan menjatuhkan mereka,
bahkan juga nyawa mereka menjadi jaminannya.
Ada
yang juga salah, kemudian ia enggan mengatakannya hanya merasa dirinya-lah yang
paling benar ... hanya dirinya yang merasa paling sempurna ... hanya karena
dirinya menjadi atasanmu/seniormu yang akan malu
nantinya ketika ia mengakui kesalahannya. Tidak Mengakui kesalahan adalah
tingkah yang elegan baginya, berbeda dengan Mengakui ..., suatu tindakan yang
memalukan hingga berkata pada diri, 'Mau ditaruh di mana muka ini, kalau
mengakui salah.' Seakan-akan mereka-mereka itu, adalah manusia yang paling
sempurna, manusia super sempurna yang tak pernah melakukan kesalahan dalam
hidupnya. Bahkan lupa, sejak ia menjadi balita - remaja - hingga dewasa pernah
melakukan kesalahan. Mungkin. Mungkin kesalahan yang tidak ia sengaja, yang ia
sengaja, atauu yang tidak ia mau mengingatnya lagi.
World In Comedy - Part 8: Jalankan dan Kembalikan Lagi, Ketika Usai Sudah
Beberapa
minggu lalu, terdapat kasus plagiat yang di sosial media. Tak main-main, jumlah
karya yang diplagiat olehnya itu sudahlah mencapai 24 karya terhitung pada saat
itu yang sudah ditemukan. Semoga cukup 24 saja. Tidak lebih dari itu.
Miris?
Ya sangat miris sekali. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, ketika kita sudah
capek-capek menulis, capek-capek menggali ide, dan lainnya-lainnya ...,
kemudian karya kita dicomot hanya dalam waktu kurang dari semenit dan sisa yang
lebih dari semenit itu bisa jadi digunakan untuk mengatur tata letak yang apik
dan lain-lainnya yang sudah diambilnya itu.
Terdapat
Pro dan Kontra. Jelas banyak yang kontra, karena mereka yang kontra itu
sangatlah tidak setuju sekali. Apalagi mereka-mereka itu adalah para penulis
yang sudahlah memiliki banyak karya dan banyak pengalaman di dunia kepenulisan.
Kau
Kau yang kelak akan sendiri tanpa seorang pun
di mana masa itu adalah masa penghakiman di akhirat nantinya.
-Andrew A. Navara-
Menerima Adalah Cara Terbaik
Menerima adalah cara terbaik.
Sebab menolak atau enggan menerimanya,
adalah suatu dosa pada apa yang sudah diberikan/dititipkan
pada kita
oleh Allah SWT.
-Andrew A. Navara-
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari:
Popular Posts
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016. Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara tentang SABAR. Sa...
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Macam Komunis!! Memperlakukan manusia tak sewajarnya. Mencaci hingga tak peduli hati yang dicaci menja...
-
Tak akan lagi terdengar suara yang bergantian membaca ayat per ayat setelah isya'. Bukan isya'…, lebih tepatnya setelah tarawih ...
-
Nb: Karya yang sudah lama, dan baru terposting tahun ini. Antologi 19 Andrew Arwind bersama penulis lainnya. D...
-
Banyak yang mendjudge, tetapi banyak juga yang tak menahu siapa dirinya. Banyak yang bertanya mengapa orang bersikap demikian,
-
Deejay Supriyanto & Andrew A. Navara (Sebuah Kumpulan Cerpen) Terdapat: 6 Kumpulan Cerpen Oleh: Deejay Supriyanto 7 ...
-
Kepakan sayapnya tak jua saja melepaskan darinya tempat yang menyekapnya sejak bertahun-tahun. Hidangan makanan yang tersaji cuman itu-...
-
Orang pintar adalah orang yang merasa bodoh. Sehingga tidak berhenti membaca dan belajar. - Buya Hamka – Setinggi apapun, sebanyak...
-
Jiwa yang sedang bernapas sedang meletakkan tubuhnya. Melepas penat setelah beraktifitas. Tak semua. Sebab ada sebagian dari mereka mas...
-
Bila enggan menonton televisi. Banyak cara yang bisa dilakukan di zaman itu. Melalui siaran di radio. Radio selalu ada disetiap rumah, ...
Texts
Blogger Tricks
.



