Sosmed..
aku tak cukup memgenalnya waktu itu. Namun ia berusaha membujukku.
Membangkitkan rasa akan ingin tahuku akan dirinya. 1-2 kali aku dibuatnya
takjub. 3-4 kali aku dibuatnya suka akan dirinya, sampai-sampai tugas utama
berantakan pun juga kalang
kabut.
Andrew A. Navara
About Me
- Unknown
Labels
- Antologi Andrew Arwind Bersama Penulis/Pengarang Lainnya (18)
- Cerbung (20)
- Cerpen (6)
- Diskusi Group Inspirasi-Ku (14)
- FF (40)
- Karya Andrew A. Navara (20)
- Malaikat Cermin (2)
- Negeri 1980 (6)
- Quotes (79)
- Tentangnya (3)
- World in Comedy (11)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
Sepatu Hitam
Sepatu besar berwarna
hitam mengehentak keras di daratan, hingga menimbulkan bunyi yang keras.
Suaranya senada. Bukan hanya senada saja kurasa. Melainkan juga berirama. Irama
yang sama. Irama yang tak mendahului dan juga tak mengakhiri.
Aku tak bisa bayangkan,
apa jadinya bila ada yang mendahuli atau mengakhirinya, hinga membuat nadanya
berantakan.
Ya..., Aku Tersenyum Saja
Aku tersenyum. Kadang
geram juga. Namun aku beruntung. Sebab aku masih diberi kesadaran, bahwa ilmuku
belumlah tinggi, belum banyak, masih kurang, belum sempurna, seperti yang lain.
Aku lihat.
Disekelilingku tadi. Seorang gadis dan laki-laki yang kurasa masih remaja dan
berumur belasan tahun atau bisa saja hampir habis masa tahun belasan tahun
menjadi puluhan dengan jumlah angka di depannya yang berangka dua.
Tak Mengerti
Sudah banyak
cerita yang kudengar
Tak sama, seperti
kata yang lainnya
Ada yang berkata
A, pun juga ada yang berkata B
Parahnya semua
berganti dengan sangat cepat
Tak kurang dari
dua puluh empat jam
Waktu dan Penyesalan??
Ada lagi…
Ini mengenai cerita kawan saya mengenai waktu.
"Salah bila orang patuh pada waktunya jam 17.00.. tepat jam
17.00?" kata seseorang yang dekat denganya. Kata orang tersebut, cara pengaturan
waktu teman saya salah dan keliru besar. Laluuu, apakah seseorang yang berkata
demikian sudah benar dengan waktunya (bukan berarti waktu teman saya benar)? Mendadak
lupakah orang tersebut atas waktu teman saya yang ketika itu tepat memenuhi
pintanya untuk menemui seseorang di suatu bak kenamaan di kotanya.. yang hanya
telat 5-10 menit , dan datang 5-10 menit sebelum waktu janji seharusnya? lucu
memang.
World In Comedy - Part 6 : Kita Memang Beda. Namun,
(Oleh: Andrew A. Navara)
Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016.
Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara
tentang SABAR. Sampai ia membawa teori-teorinya. Mempertahankan apa yang
menjadi pendapatnya.
Ada sesuatu yang menggelitik saya. Katanya sabar, sabar
seperti si A dan si B. Ia lupa… saya dan orang A adalah orang berbeda dengan
kepribadian yang berbeda pula.
World In Comedy - Part 5 : Barang Kali Ia Lupa
(Oleh: Andrew A. Navara)
Macam Komunis!!
Memperlakukan manusia tak sewajarnya.
Mencaci hingga tak
peduli hati yang dicaci menjadi pedih. Meminta tak pernah menahu aka waktu. Memanggil
dan Berkomunikasi mengabaikan tatakrama yang dahulu pernah diajarkan selama 12
tahun lamanya, saat umurnya belumlah puluhan..
Suka mencari masalah,
bilamana tak ada masalah, terlebih ketika ia tak suka.
Mempersulit kawannya, bila kawan itu
mendapatkan sesuatu yang LEBIH darinya.
Mempersulit bawahannya, bila melawan dan
tak tunduk padanya.
Meminta disegani dan dihormati, namun
TAK MAHU menyegani dan menghormati.
Binatang peliharaan pun tak akan tunduk
bilamana ia dibuat tak enak oleh majikannya.
Tentangnya - Part 1: 1993
1993
Dia tampak
berbeda dari kemarin dan kemarinnya lagi. Pewarna bibir merah marun digorekan
segaris mengikuti kulit bibirnya, sediki goresan namun tak terlalu mencolok.
Polesan bedak tipis pun juga tak begitu mencolok. Sepertinya ia pandai
berdandan. Kudekati dia dan sedikit memuji. Seperti biasa. Ia senyum sedikit
sembari menyenggol bahuku dan sesekali ia melingkarkan tangganya ke pinggulnya
dan meletakkan kepalanya tiga detik di bahuku. Akubtahu betul. Selalu tiga
detik. Aku menghitungnya selalu setiap ia meletakkan kepalanya ke bahuku.
Tentangnya - Part 2: 1991
1991
Awal aku
bertemu dengannya ketika masih berpakaian putih biru. Mungkin bisa dibilang itu
adalah cinta pada pandang pertama. Risih adalah ungkapan pertama aku merasakan
rasa itu. Tidur tak nyenyak. Rasanya segera pagi dan pagi meskipun itu
adalahbhari dimana terdapat mata pelajaran yang tak mengenakan dengan guru
paling keras saat mengajarkanya. Guru laki-laki yang kerap membawa tongkat
berukuran sedang yang terbuat dari penjalin. Banyak yang tak menginkan hari itu
termasuk aku. Tetapi... sejak rasa yang kerap membuatku risih saat malam itu.
Aku tak memperdulikan guru keras itu, aku hanya ingin dapat menatap wajah
Kinan. Walaupun pada saat itu aku belum sedekat seminggu yang lalu. Lucu... aku
mengucapnya 'tak sedekat seminggu yang lalu saat ini!!
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari:
Popular Posts
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016. Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara tentang SABAR. Sa...
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Macam Komunis!! Memperlakukan manusia tak sewajarnya. Mencaci hingga tak peduli hati yang dicaci menja...
-
Kunang-kunang terbang membawa lampu otomatis di bagian tubuhnya. Terang dan bahkan juga meredup. Warna-warni dan tak hanya melulu satu ...
-
Inspirasi-Ku 07 Januari 2013 ( Hilal Ahmad ) Selamat malam sahabat Inspirasi-Ku Malam ini jadi ya kita bincang-bincang dengan p...
-
2015 Zaman Teknologi! Bukan Lagi Jamannya Nulis!! (Oleh: Andrew A. Navara) Menulis?? Mungkin akan banyak definisi dari sebuah ...
-
Tak akan lagi terdengar suara yang bergantian membaca ayat per ayat setelah isya'. Bukan isya'…, lebih tepatnya setelah tarawih ...
-
Beda…, itu beban. Beda.., itu sakit. Beda…, itu menyimpang. Beda.., itu tak baik. Beda…, itu sekat-sekat kecil yang terkucil
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Kapitalis menjajah yang lemah. Dan benar apa yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa Negara ini belumlah me...
-
Inspirasi itu semacam, Angin..
-
Nb: Karya yang sudah lama, dan baru terposting tahun ini. Antologi 19 Andrew Arwind bersama penulis lainnya. D...
Texts
Blogger Tricks
.

