Lagaknya seperti
preman. Mintanya didengarkan dan suka berbuat semena-mena. Maunya pun tidak
ingin dilawan. Ia bak raja hutan yang tidak mau dikalahkan siapapun di dalam
lingkungannya, terlebih di dalam rumahnya sendiri. Adu fisik adalah andalannya,
karena ia lelaki. Padahal tidak dengan harus adu fisik. –padahal ia anak kecil
yang maunya dihargai, maunya dimengerti, tetapi tidak mau mengerti! Anak kecil
yang selalu membuat luka di dalam diri orang banyak yang sedikitpun ia tidak
mau tahu, meskipun ia tahu.
Andrew A. Navara
About Me
- Unknown
Labels
- Antologi Andrew Arwind Bersama Penulis/Pengarang Lainnya (18)
- Cerbung (20)
- Cerpen (6)
- Diskusi Group Inspirasi-Ku (14)
- FF (40)
- Karya Andrew A. Navara (20)
- Malaikat Cermin (2)
- Negeri 1980 (6)
- Quotes (79)
- Tentangnya (3)
- World in Comedy (11)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerbung. Tampilkan semua postingan
World in Comedy - Part 9: Lalu, Ini Salah Siapa?
Kita adalah dua
sisi. Sisi baik dan buruk. Begitu anehnya ini ini, mereka tak menyukai sisi
buruk lebih tepatnya, tetapi ia berusaha mengendalian dan berusaha menerimanya.
Bukankah menerima itu adalah suatu kebaikan, dan bukankah menerima itu akan
menimbulkan kebaikan pada akhirnya nanti?
Tiadalah ada di
dunia ini satu orang dengan satu sisi saja. Tidaaakk! Satu orang pastinya
memiliki dua sisi itu. Ia berusaha berdamai, merangkul sisi buruk itu agar
tidak sampai melebar dan membesar.
World In Comedy - Part 8: Jalankan dan Kembalikan Lagi, Ketika Usai Sudah
Beberapa
minggu lalu, terdapat kasus plagiat yang di sosial media. Tak main-main, jumlah
karya yang diplagiat olehnya itu sudahlah mencapai 24 karya terhitung pada saat
itu yang sudah ditemukan. Semoga cukup 24 saja. Tidak lebih dari itu.
Miris?
Ya sangat miris sekali. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, ketika kita sudah
capek-capek menulis, capek-capek menggali ide, dan lainnya-lainnya ...,
kemudian karya kita dicomot hanya dalam waktu kurang dari semenit dan sisa yang
lebih dari semenit itu bisa jadi digunakan untuk mengatur tata letak yang apik
dan lain-lainnya yang sudah diambilnya itu.
Terdapat
Pro dan Kontra. Jelas banyak yang kontra, karena mereka yang kontra itu
sangatlah tidak setuju sekali. Apalagi mereka-mereka itu adalah para penulis
yang sudahlah memiliki banyak karya dan banyak pengalaman di dunia kepenulisan.
World In Comedy - Part 7: Bersabarlah
(Oleh: Andrew A. Navara)
Kini yang berkuasa semakin
semena-mena, hingga melupakan apa yang seharusnya dijaga. Kewenangan
disalahgunakan dengan cara mementingkan kepribadian dan juga pada golongannya
yang menjadi prioritas utama. Yang tak berpunya, menangis darah; meronta dalam
kesakitan; dan juga berdiam dengan hati menciut. Tinggal alam yang akan terus
bekerja untuk memberikan pelajaran untuk menjadikan yang hidup di permukaannya
untuk mengembalikan pada kesadaran. Namun, jika saja tak kunjung sadar, muncullah utusan yang diizinkanNya dalam berbagai macam
bentuk dan juga muasal.
Ndari, Perempuan Itu - Part 01: Satu
Aku benci ketika harus bertemu dengan Ndari.
Perempuan aneh yang pernah kutemui. Pertemuanku pertama di kamar mandi yang
tidak aku sadari. Ia berdiri begitu saja di depanku. Tak sopan kurasa, muncul
secara tiba-tiba di hadapan seorang laki-laki yang sedang kencing. Apa-apan
dia!! Terlebih lagi dengan wajah yang datar tanpa ekspresi. Wajahnya agak
sedikit kusam dengan penampilan pakaiannya yang compang-camping berwarna kuning
gading. Mungkin sudah lama pakaian itu tidak digantinya, sehingga menjadikan
warna putih cerah menjadi warna putih gading .., mungkin sih.
Rambutnya juga digerai sebahu dengan bentuk rambut
lumayan keriting kecil-kecil. Ndari ...,
Ndari ...., Ndari. Mengapa kau muncul begitu saja, membuat orang yang pada
kali pertamanya tak menahu apa-apa dan baru bisa dibilang baru bisa melihat hal
demikian dalam beberapa minggu-minggu akhir di bulan Nopember 2016. Cukup dan
mungkin tidak sekedar cukup, melainkan aku akan merevisinya menjadi sangat dan
sangat pengalaman pertama yang tidak aku sukai sama sekali!!
Negeri 1980 - Part 6
(Oleh: Andrew A. Navara)
Listrik di zaman dulu sangat minim. Belajar pun dengan menggunakan cahaya yang sangat minim. Lampu ublik (lampu dinding) begitulah kami orang Jawa menyebutnya. Lampu yang berbahan bakar minyak tanah dan sumbu yang ada di ujungnya sebagai pencahayaannya. Kalaupun tak ada lampu ublik, lilin pun akan jadi sebagai penggantinya.
Perjuangan
yang amat sangat, terlebih berada di dalam pelosok waktu itu. Membaca kadang
tak jelas dengan pencahayaan minim. Mata terkadang juga sakit. Bahkan beberapa
temanku pun ada yang sampai membaca bukunya dengan mendekatkan matanya yang
amat sangat dekat meskipun saat pagi dan siang.
Negeri 1980 - Part 5
(Oleh: Andrew A. Navara)
Kau
boleh saja, mengatakan, ‘Orang Kuno…, Ndesoo…, Nggak Modern…, Terlalu Berisik.’
Silahkan saja. Aku tak apa-apa. Mungkin orang terdahulumu pun juga tidak
apa-apa kepada apa yang kau buat candaan itu. Candaan yang terkadang buat kami
merasa tersindir, tanpa sepengetahuan kalian. Bukan membawa perasaan….
Melainkan ini mengenai perasaan. Tidak ada yang bisa mengerti perasaan orang
lain, terkecuali orang itu sendiri dan sang Pencipta.
Negeri 1980 - Part 4
(Oleh: Andrew A. Navara)
Bukan…
ibu bukan sadis kepada anaknya dengan melakukan hal seperti itu kepada anaknya.
Melaikan dengan melalui cara itulah ibu bisa memasukkan jamu ke dalam anaknya
agar tidak anaknya tidak sakit.
Kadang
beliau berkata kepada tetangga sebelah saat Sri sakit. “Lebih baik aku yang
sakit mbak yuuu, ketimbang anakku yang kecil, Sri itu sakit.” Meskipun Sri
kecil yang dulu itu terkadang memukul-mukul ibu saat memaksanya untuk minum
jamu.
Negeri 1980 - Part 3
(Oleh: Andrew A. Navara)
Terlebih dahulu motor yang masih menggunakan motor bermesin
dua tak. Kau tahu apa itu mesin dua tak? Aku rasa kau akan menertawakan bila
kau mengetahuinya. Mungkin kau akan bilang, ‘Orang Kuno…, Ndesoo…, Nggak
Modern…, Terlalu Berisik.’ Memekakkan telinga. Bahkan asapnya akan mebuat orang
naik darah, khususnya yang naik darah orang-orang di zaman seperti sekarang
ini.
Negeri 1980 - Part 2
Bila
enggan menonton televisi. Banyak cara yang bisa dilakukan di zaman itu. Melalui
siaran di radio. Radio selalu ada disetiap rumah, walapun tidak semuanya. Radio
zaman dulu masih menggunakan bataery ukuran tanggung dan ada pula yang
berukuran battery besar. Ahh.. sialnya…, sekarang tidak ada lagi ukuran battery
tanggung. Bagaimana tidak sial? Aku memiliki jam dinding di rumah yang hanya
bisa nyala bilamana diberi battery tanggung di dalamnya.
Negeri 1980 - Part 1
(Oleh: Andrew A. Navara)
Negeriku sungguh
elok nian. Hamparan hijau rumput dan juga dedaunanan hijaunya. Tanahnya pun
khas sekali aromanya, setelah air hujan menggenanginya dan kemudian meresap
perlahan di dalamnya.
Udara segar pun
menyeruak khas pula saat kalimah surat pengantar pertanda detik-detik yang
segera memasuki shubuh. Lalu lalang kendaraan bermotor pun tak cukup banyak,
masih banyak yang mengenakan sepeda kayuh. Dominasi kendaraan pribadi pun juga
tak sebanyak seperti yang kau lihat saat ini.
World In Comedy - Part 6 : Kita Memang Beda. Namun,
(Oleh: Andrew A. Navara)
Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016.
Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara
tentang SABAR. Sampai ia membawa teori-teorinya. Mempertahankan apa yang
menjadi pendapatnya.
Ada sesuatu yang menggelitik saya. Katanya sabar, sabar
seperti si A dan si B. Ia lupa… saya dan orang A adalah orang berbeda dengan
kepribadian yang berbeda pula.
World In Comedy - Part 5 : Barang Kali Ia Lupa
(Oleh: Andrew A. Navara)
Macam Komunis!!
Memperlakukan manusia tak sewajarnya.
Mencaci hingga tak
peduli hati yang dicaci menjadi pedih. Meminta tak pernah menahu aka waktu. Memanggil
dan Berkomunikasi mengabaikan tatakrama yang dahulu pernah diajarkan selama 12
tahun lamanya, saat umurnya belumlah puluhan..
Suka mencari masalah,
bilamana tak ada masalah, terlebih ketika ia tak suka.
Mempersulit kawannya, bila kawan itu
mendapatkan sesuatu yang LEBIH darinya.
Mempersulit bawahannya, bila melawan dan
tak tunduk padanya.
Meminta disegani dan dihormati, namun
TAK MAHU menyegani dan menghormati.
Binatang peliharaan pun tak akan tunduk
bilamana ia dibuat tak enak oleh majikannya.
World In Comedy - Part 4 : No Title
(Oleh: Andrew A. Navara)
Sengeyel apapun kita
terhadap suatu golongan tertentu, tidak akan pernah terealisasikan. Hanya akan
menjadi sekedar bacaan, kemudian dibuang. Lebih-lebih ditelantarkan atau
mungkin tidak akan pernah dianggap bak angin yang sekedar lewat. Terlebih
mereka yang menjadi senior. Mayoritas senior adalah seseorang yang memiliiki
kuasa tertinggi, dan kebanyakan dari mereka hanya akan mendengarkan seseorang
yang memiliki tingkat derajat yang sama. Enggan untuk mendengarkan satu tingkat
di bawahnya.
Kalau mereka tahu,
mereka salah. Maka hal ini yang akan dilakukan:
World In Comedy - Part 3 : Ingin Kami Hanya Didengar ...,
Ingin
Kami Hanya Didengar
Bukan
Maksud Kami Melawan atau Berkelakar
(Oleh: Andrew A. Navara)
Tolong beri ruang gerak
yang banyak untuk kami dapat menyampaikan aspirasi kami sebagai warga Negara
ini. Dan mohon untuk menerimanya dengan segala lapang dada. Jika memang tidak
menerimanya mohon untuk tak memainkan hukum yang kami tidak tahu menahu tentang
hukum yang ada di Negara kami beranjak ini. Hukum kerap memberikan despensasi bagi
orang-orang yang berkantong tebal saja. Seakan-akan segala masalah yang
berhubungan dengan hukum dapat teratasi dengan mudah, hanya dengan oleh
banyaknya berapa jumlah kantong yang ada di dalam saku masing-masing yang
sedang berhubungan dengan hukum tersebut. Sebagaimana yang sudah tampak oleh
kedua mata kami melalui media-media elektronik yang meyajikan berbagai macam
berita yang terjadi di Negara kami.
World In Comedy - Part 2 : Sudah Tidak Biasa Lagi
(Oleh: Andrew A. Navara)
Ini sudah tidak biasa sekali
bukan ??
Menjunjung tinggi (bahkan
setinggi-tingginya) dan menganggap seseorang (orang lain) adalah seorang yang
begitu berharga dalam hidup kita, ketika orang itu berada di puncaknya.
Tetapi...., masih adakah yang akan menjunjung orang itu dan mengaggapnya ketika
ia berada di jurang yang mungkin tak kau inginkan ?? Lalu Anda meninggalkannya
lalu menarik ucapan Anda, lalu dengan entengnya mengatakan, “Ia sebenarnya
bukan siapa-siapaku.” Lebih dari itu, mungkin ?? Anda akan membicarakan yang
menjadi kejelekannya lalu melupakan segala hal yang menjadi nilai plus sewaktu
ia berada di puncaknya seperti dulu.
World In Comedy - Part 1 : 28 April 2014
(Oleh: Andrew A. Navara)
World In Comedy - Part 0 :# World in Comedy #
(Oleh: Andrew A. Navara)
Kapitalis menjajah yang lemah. Dan benar apa yang
dikatakan oleh sebagian orang bahwa Negara ini belumlah merdeka sepenuhnya. Bagaiamana
bisa merdeka, kalau sesama orang disatu pulau dengan pulau lain masih terdapat
perselisihan, bahkan satu anggota di dalam satu daerah lain saja terkadang juga
menjadi musuh, atau menjajah kaum yang minoritas. Jangankan itu, dalam suatu persahabatan, pertemanan, atau persaudaraan saja juga terkadang ada permusuhan kecil yang bisa menjadi besar karena masalah yang ditimbulkan oleh salah satu pihak. Lantas dimanakah kebebasan
masing-masing personal sebagai warga Negara ??
Malaikat Cermin - Part 2 : Sekali dan Selamanya
(Oleh
: Andrew A. Navara)
Matanya
terbelalak, dengan pakaian yang berantakan. Kulitnya memar, setelah terseret
air yang membawanya ke sebuah muara yang begitu kotor yang penuh dengan sampah
yang berbau busuk. Seketika kedua tangan mungilnya bergerak perlahan mengayuh
menuju daratan. Perlahan dan dengan pasti akhirnya ia sampai, dengan nafas terengah-engah.
“Kasihan sekali kau.
Untung tak tamat riwayatmu disana !”
Malaikat Cermin - Part 1 : Tentang Sahabat
(Oleh : Andrew Arwind)
Wajahnya usang
berpeluhkan kelelehan yang mengkombinasi kepolosan wajahnya. Kantong sampah yang
menjelajahi tempat pembuangan barang yang sudah tidak beguna dan berbau busk
itu masih bertahan di belakang punggungnya, dengan kemampuan tangannya yang
memegang erat bagian ujungnya. Diusapnya butiran peluh keringat ulah matahari
yang tak bersahabat dengannya saat ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari:
Popular Posts
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016. Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara tentang SABAR. Sa...
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Macam Komunis!! Memperlakukan manusia tak sewajarnya. Mencaci hingga tak peduli hati yang dicaci menja...
-
Kunang-kunang terbang membawa lampu otomatis di bagian tubuhnya. Terang dan bahkan juga meredup. Warna-warni dan tak hanya melulu satu ...
-
Inspirasi-Ku 07 Januari 2013 ( Hilal Ahmad ) Selamat malam sahabat Inspirasi-Ku Malam ini jadi ya kita bincang-bincang dengan p...
-
2015 Zaman Teknologi! Bukan Lagi Jamannya Nulis!! (Oleh: Andrew A. Navara) Menulis?? Mungkin akan banyak definisi dari sebuah ...
-
Tak akan lagi terdengar suara yang bergantian membaca ayat per ayat setelah isya'. Bukan isya'…, lebih tepatnya setelah tarawih ...
-
Beda…, itu beban. Beda.., itu sakit. Beda…, itu menyimpang. Beda.., itu tak baik. Beda…, itu sekat-sekat kecil yang terkucil
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Kapitalis menjajah yang lemah. Dan benar apa yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa Negara ini belumlah me...
-
Inspirasi itu semacam, Angin..
-
Nb: Karya yang sudah lama, dan baru terposting tahun ini. Antologi 19 Andrew Arwind bersama penulis lainnya. D...
Texts
Blogger Tricks
.

