Tampilkan postingan dengan label World in Comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World in Comedy. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Agustus 2018 | By: Unknown

World in Comedy - Part 10: Seakan Ia yang Paling Berkuasa ...,


Lagaknya seperti preman. Mintanya didengarkan dan suka berbuat semena-mena. Maunya pun tidak ingin dilawan. Ia bak raja hutan yang tidak mau dikalahkan siapapun di dalam lingkungannya, terlebih di dalam rumahnya sendiri. Adu fisik adalah andalannya, karena ia lelaki. Padahal tidak dengan harus adu fisik. –padahal ia anak kecil yang maunya dihargai, maunya dimengerti, tetapi tidak mau mengerti! Anak kecil yang selalu membuat luka di dalam diri orang banyak yang sedikitpun ia tidak mau tahu, meskipun ia tahu.
Senin, 09 April 2018 | By: Unknown

World in Comedy - Part 9: Lalu, Ini Salah Siapa?

Kita adalah dua sisi. Sisi baik dan buruk. Begitu anehnya ini ini, mereka tak menyukai sisi buruk lebih tepatnya, tetapi ia berusaha mengendalian dan berusaha menerimanya. Bukankah menerima itu adalah suatu kebaikan, dan bukankah menerima itu akan menimbulkan kebaikan pada akhirnya nanti?
Tiadalah ada di dunia ini satu orang dengan satu sisi saja. Tidaaakk! Satu orang pastinya memiliki dua sisi itu. Ia berusaha berdamai, merangkul sisi buruk itu agar tidak sampai melebar dan membesar.
Rabu, 28 Maret 2018 | By: Unknown

World In Comedy - Part 8: Jalankan dan Kembalikan Lagi, Ketika Usai Sudah


Beberapa minggu lalu, terdapat kasus plagiat yang di sosial media. Tak main-main, jumlah karya yang diplagiat olehnya itu sudahlah mencapai 24 karya terhitung pada saat itu yang sudah ditemukan. Semoga cukup 24 saja. Tidak lebih dari itu.
Miris? Ya sangat miris sekali. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, ketika kita sudah capek-capek menulis, capek-capek menggali ide, dan lainnya-lainnya ..., kemudian karya kita dicomot hanya dalam waktu kurang dari semenit dan sisa yang lebih dari semenit itu bisa jadi digunakan untuk mengatur tata letak yang apik dan lain-lainnya yang sudah diambilnya itu.
Terdapat Pro dan Kontra. Jelas banyak yang kontra, karena mereka yang kontra itu sangatlah tidak setuju sekali. Apalagi mereka-mereka itu adalah para penulis yang sudahlah memiliki banyak karya dan banyak pengalaman di dunia kepenulisan.
Minggu, 18 Februari 2018 | By: Unknown

World In Comedy - Part 7: Bersabarlah

(Oleh: Andrew A. Navara)


Kini yang berkuasa semakin semena-mena, hingga melupakan apa yang seharusnya dijaga. Kewenangan disalahgunakan dengan cara mementingkan kepribadian dan juga pada golongannya yang menjadi prioritas utama. Yang tak berpunya, menangis darah; meronta dalam kesakitan; dan juga berdiam dengan hati menciut. Tinggal alam yang akan terus bekerja untuk memberikan pelajaran untuk menjadikan yang hidup di permukaannya untuk mengembalikan pada kesadaran. Namun, jika saja tak kunjung sadar, muncullah utusan yang diizinkanNya dalam berbagai macam bentuk dan juga muasal.
Kamis, 24 Maret 2016 | By: Unknown

World In Comedy - Part 6 : Kita Memang Beda. Namun,

(Oleh: Andrew A. Navara)


Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016.
Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara tentang SABAR. Sampai ia membawa teori-teorinya. Mempertahankan apa yang menjadi pendapatnya.
Ada sesuatu yang menggelitik saya. Katanya sabar, sabar seperti si A dan si B. Ia lupa… saya dan orang A adalah orang berbeda dengan kepribadian yang berbeda pula.
Selasa, 23 Februari 2016 | By: Unknown

World In Comedy - Part 5 : Barang Kali Ia Lupa

(Oleh: Andrew A. Navara)


Macam Komunis!!
Memperlakukan manusia tak sewajarnya.

Mencaci hingga tak peduli hati yang dicaci menjadi pedih. Meminta tak pernah menahu aka waktu. Memanggil dan Berkomunikasi mengabaikan tatakrama yang dahulu pernah diajarkan selama 12 tahun lamanya, saat umurnya belumlah puluhan..
Suka mencari masalah, bilamana tak ada masalah, terlebih ketika ia tak suka.
Mempersulit kawannya, bila kawan itu mendapatkan sesuatu yang LEBIH darinya.
Mempersulit bawahannya, bila melawan dan tak tunduk padanya.
Meminta disegani dan dihormati, namun TAK MAHU menyegani dan menghormati.
Binatang peliharaan pun tak akan tunduk bilamana ia dibuat tak enak oleh majikannya.
Rabu, 18 November 2015 | By: Unknown

World In Comedy - Part 4 : No Title

(Oleh: Andrew A. Navara)


Sengeyel apapun kita terhadap suatu golongan tertentu, tidak akan pernah terealisasikan. Hanya akan menjadi sekedar bacaan, kemudian dibuang. Lebih-lebih ditelantarkan atau mungkin tidak akan pernah dianggap bak angin yang sekedar lewat. Terlebih mereka yang menjadi senior. Mayoritas senior adalah seseorang yang memiliiki kuasa tertinggi, dan kebanyakan dari mereka hanya akan mendengarkan seseorang yang memiliki tingkat derajat yang sama. Enggan untuk mendengarkan satu tingkat di bawahnya.
Kalau mereka tahu, mereka salah. Maka hal ini yang akan dilakukan:

Jumat, 14 November 2014 | By: Unknown

World In Comedy - Part 3 : Ingin Kami Hanya Didengar ...,



Ingin Kami Hanya Didengar
Bukan Maksud Kami Melawan atau Berkelakar
(Oleh: Andrew A. Navara)

Tolong beri ruang gerak yang banyak untuk kami dapat menyampaikan aspirasi kami sebagai warga Negara ini. Dan mohon untuk menerimanya dengan segala lapang dada. Jika memang tidak menerimanya mohon untuk tak memainkan hukum yang kami tidak tahu menahu tentang hukum yang ada di Negara kami beranjak ini. Hukum kerap memberikan despensasi bagi orang-orang yang berkantong tebal saja. Seakan-akan segala masalah yang berhubungan dengan hukum dapat teratasi dengan mudah, hanya dengan oleh banyaknya berapa jumlah kantong yang ada di dalam saku masing-masing yang sedang berhubungan dengan hukum tersebut. Sebagaimana yang sudah tampak oleh kedua mata kami melalui media-media elektronik yang meyajikan berbagai macam berita yang terjadi di Negara kami.
Senin, 06 Oktober 2014 | By: Unknown

World In Comedy - Part 2 : Sudah Tidak Biasa Lagi

(Oleh: Andrew A. Navara)


Ini sudah tidak biasa sekali bukan ??
Menjunjung tinggi (bahkan setinggi-tingginya) dan menganggap seseorang (orang lain) adalah seorang yang begitu berharga dalam hidup kita, ketika orang itu berada di puncaknya. Tetapi...., masih adakah yang akan menjunjung orang itu dan mengaggapnya ketika ia berada di jurang yang mungkin tak kau inginkan ?? Lalu Anda meninggalkannya lalu menarik ucapan Anda, lalu dengan entengnya mengatakan, “Ia sebenarnya bukan siapa-siapaku.” Lebih dari itu, mungkin ?? Anda akan membicarakan yang menjadi kejelekannya lalu melupakan segala hal yang menjadi nilai plus sewaktu ia berada di puncaknya seperti dulu.
Senin, 28 April 2014 | By: Unknown

World In Comedy - Part 1 : 28 April 2014


(Oleh: Andrew A. Navara)
 
Gayanya memanglah tegas, berpenampilan garang, memiliki potong cepak meskipun ia adalah wanita, dan juga salah satu keluarga dari anggota yang menjaga keutuhan negara ini. Mungkin kalian taulah siapa diantara mereka yang menjaga keutuhan Negara kita ini, Negara Indonesia. Ya..., memang terkadang tidak semuanya sih, anak dari sebagian orang-orang tersebut yang merasa/menganggap diri mereka berkuasa atas segalanya, merasa mereka dapat dilindungi dari segala apapun di belakang bayang-bayang dari orang tuanya (terkadang saja, orang tuanya yang memiliki tingkat jabatan yang terpandang lebih low profil jika dibandingkan anaknya yang tidak memiliki jabatan apapun).

World In Comedy - Part 0 :# World in Comedy #

(Oleh: Andrew A. Navara)


Kapitalis menjajah yang lemah. Dan benar apa yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa Negara ini belumlah merdeka sepenuhnya. Bagaiamana bisa merdeka, kalau sesama orang disatu pulau dengan pulau lain masih terdapat perselisihan, bahkan satu anggota di dalam satu daerah lain saja terkadang juga menjadi musuh, atau menjajah kaum yang minoritas. Jangankan itu, dalam suatu persahabatan, pertemanan, atau persaudaraan saja juga terkadang ada permusuhan kecil yang bisa menjadi besar karena masalah yang ditimbulkan oleh salah satu pihak. Lantas dimanakah kebebasan masing-masing personal sebagai warga Negara ??