Tampilkan postingan dengan label Malaikat Cermin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaikat Cermin. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 November 2013 | By: Unknown

Malaikat Cermin - Part 2 : Sekali dan Selamanya


(Oleh : Andrew A. Navara)

 Matanya terbelalak, dengan pakaian yang berantakan. Kulitnya memar, setelah terseret air yang membawanya ke sebuah muara yang begitu kotor yang penuh dengan sampah yang berbau busuk. Seketika kedua tangan mungilnya bergerak perlahan mengayuh menuju daratan. Perlahan dan dengan pasti akhirnya ia sampai, dengan nafas terengah-engah.
“Kasihan sekali kau. Untung tak tamat riwayatmu disana !”
Sabtu, 28 September 2013 | By: Unknown

Malaikat Cermin - Part 1 : Tentang Sahabat


(Oleh : Andrew Arwind)

Wajahnya usang berpeluhkan kelelehan yang mengkombinasi kepolosan wajahnya. Kantong sampah yang menjelajahi tempat pembuangan barang yang sudah tidak beguna dan berbau busk itu masih bertahan di belakang punggungnya, dengan kemampuan tangannya yang memegang erat bagian ujungnya. Diusapnya butiran peluh keringat ulah matahari yang tak bersahabat dengannya saat ini.