Tak terasa
waktu begitu cepat sekali. Baru saja seperti kemarin aku merasakan tahun baru
yang begitu ramai, dengan ledakan yang membisingkan telinga namun memberikan
warna yang indah di atas langit sana. Semuanya beradu suara dan beradu
menunjukkakn keelokan warnanya. Dan kini hampir sudah berada diujung akhir
tahun dua ribu tiga belas ini yang penuh dengan warna, suka dan begitu pun
dengan duka yang medalam.
Matanya
terbelalak, dengan pakaian yang berantakan. Kulitnya memar, setelah terseret
air yang membawanya ke sebuah muara yang begitu kotor yang penuh dengan sampah
yang berbau busuk. Seketika kedua tangan mungilnya bergerak perlahan mengayuh
menuju daratan. Perlahan dan dengan pasti akhirnya ia sampai, dengan nafas terengah-engah.
“Kasihan sekali kau.
Untung tak tamat riwayatmu disana !”