(Oleh: Andrew A. Navara)
Kini yang berkuasa semakin
semena-mena, hingga melupakan apa yang seharusnya dijaga. Kewenangan
disalahgunakan dengan cara mementingkan kepribadian dan juga pada golongannya
yang menjadi prioritas utama. Yang tak berpunya, menangis darah; meronta dalam
kesakitan; dan juga berdiam dengan hati menciut. Tinggal alam yang akan terus
bekerja untuk memberikan pelajaran untuk menjadikan yang hidup di permukaannya
untuk mengembalikan pada kesadaran. Namun, jika saja tak kunjung sadar, muncullah utusan yang diizinkanNya dalam berbagai macam
bentuk dan juga muasal.

