Minggu, 18 Februari 2018 | By: Unknown

Tentang Bagaimana



Jalanan itu tiadalah selalu lurus, melainkan ada juga yang berliku dan menikung. Hanya saja, permasalahannya bukan di situ.

... yang Bernyawa Akan-lah Mati



Berjalan pada jembatan gantung yang berusia yang bisa dibilang sudah berada pada usia yang tua renta. Jemari lusuh bertumpu pada lengan jembatan yang melintang dari arah utara ke selatan.

Lantas Mengapa?

Merasa terasing adalah hal yang sering terjadi. 
Lantas mengapa tiadalah bisa menangani hal yang demikian itu?

Hanyalah Engkau dan engkau

Hanya Engkau 
dan engkau-lah 
yang akan memahami semua
dalam kebisuan yang ada.
 
-Andrew A. Navara-

Penilaian Orang Lain

Orang lain hanya menilai apa yang nampak saja. 
Tidak menilai pada apa yang tak nampak, 
sebab ia tahu itu bukan urusan dia. 
Namun, hebatnya ... 
Sabtu, 17 Februari 2018 | By: Unknown

Jika Saja Malam

Jika saja malam adalah mengenenai kegelapan saja. 
Lalu ada apa dengan adanya purnama 
dan gelap daripada bintang gemintang di atas sana 

Lelaki Malang, Lelaki Sial



Semuanya basah. Kuyuh pula badan seorang laki-laki berkemeja hitam yang datang tetangga seberang. Ia dihujani hujan darah, katanya. Orang-orang mana mau mempercayainya, justru mengatakan lelaki itu adalah lelaki gila. Dikatakan oleh orang, bahwa lelaki itu selesailah membunuh banyak orang, hingga berlumuranlah darah disekujur badannya. Lelaki malang, lelaki sial. Sekalipun ia mengklarifikasi apapun, ia tidak akan bisa benar.

Mengapa Ingatan Itu Terbuka?



Aku membenci ketika harus ingatan lama itu terbuka dengan sendirinya. Ini mengenai gelombang tinggi yang tetiba saja tinggi dan aku yang terdapat di atas melihat diriku dan juga dirinya yang terhempaskan oleh gelombang itu.
Menerimanya dengan mata terpejam. Menangis tiadalah guna lagi, terlebih menangisi dosa-dosa atau kesempatan yang sudah tersia-siakan begitu saja.

APA

Kita bukanlah apa-apa tanpa adanya suatu apa-apa. 
Kemudian, apa yang mau kamu pertanyakan? 
Lalu apa yang akan kamu lakukan,
Selasa, 23 Januari 2018 | By: Unknown

Ndari, Perempuan Itu - Part 01: Satu



Aku benci ketika harus bertemu dengan Ndari. Perempuan aneh yang pernah kutemui. Pertemuanku pertama di kamar mandi yang tidak aku sadari. Ia berdiri begitu saja di depanku. Tak sopan kurasa, muncul secara tiba-tiba di hadapan seorang laki-laki yang sedang kencing. Apa-apan dia!! Terlebih lagi dengan wajah yang datar tanpa ekspresi. Wajahnya agak sedikit kusam dengan penampilan pakaiannya yang compang-camping berwarna kuning gading. Mungkin sudah lama pakaian itu tidak digantinya, sehingga menjadikan warna putih cerah menjadi warna putih gading .., mungkin sih.
Rambutnya juga digerai sebahu dengan bentuk rambut lumayan keriting kecil-kecil. Ndari ..., Ndari ...., Ndari. Mengapa kau muncul begitu saja, membuat orang yang pada kali pertamanya tak menahu apa-apa dan baru bisa dibilang baru bisa melihat hal demikian dalam beberapa minggu-minggu akhir di bulan Nopember 2016. Cukup dan mungkin tidak sekedar cukup, melainkan aku akan merevisinya menjadi sangat dan sangat pengalaman pertama yang tidak aku sukai sama sekali!!