Selasa, 22 September 2015 | By: Unknown

Kambing Hitam



Aku terseyum melihatnya yang begitu pandai berkilah ketika aku berdiri disampingnya disaat ia duduk dengan seorang yang penting baginya, mungkin bagiku juga penting.
Melihat Geraknya.. aku nyaris tertawa, karena gerak itu bak kebakaran jenggot. Ia berusaha menutupi kesahannya yang sudah jelas TIDAK ADA LAGI YANG MENJADI KAMBING HITAM-nya saat itu!!
Minggu, 09 Agustus 2015 | By: Unknown

Menulis Adalah Misteri

(Oleh: Andrew A. Navara)


Menulis adalah suatu keindahan…. Menulis adalah suatu jejak…. Menulis adalah suatu perjalanan…. Menulis adalah suatu pelepasan emosi yang dirasa sudah bisa dilepaskan di dalam benak yang membelit, dan setelah kita menumpahkannya di atas secarik kertas dengan kata yang paling jujur akan merasakan suatu kepuasan, kepuasan yang meringakan sedikit beban…. Menulis adalah suatu kepuasan…. Atau.., menulis adalah suatu tanggung jawab yang sudah kita selesaikan bahkan mungkin suatu tanggung jawab yang akan kita selesaikan untuk esok, dua hari, dua minggu, dua bulan atau mungkin.., dua tahun.Dan masih banyak lagi jawaban yang ketika kita diberi suatu pertanyaan “Apa tujuanmu untuk menulis?”
Kamis, 23 Juli 2015 | By: Unknown

Tentangnya - Part 3: Saat Dengannya



Aku suka rembulan yang tersenyum miring di pucuk terdekat tiang menara masjid itu. Letaknya terlihat begitu dekat dari pucuk menara berkilat cahaya dengan rembulan buatan yang tertancap sedang memangku bintang dengan ukuran yang sama besarnya.
Tak pernah bosan aku menatapnya. Senyum tipis yang dapat kulemparkan saat menatap senyum miring rembulan.
Andai...
Jumat, 03 Juli 2015 | By: Unknown

Kutunggu Hujanmu


(Oleh: Andrew A. Navara)
Ketika musim hujan kumerindukan kemarau, sebab di sana ku selalu dapat bertemu dengannya tak seperti ketika hujan. Waktu selalu batal ketika kami akan bertemu setelah malam kuserius berdoa agar esok tak hujan hingga tak dapat terkatup mataku.
Ketika musim kemarau kumerindukan hujan, sebab dalam hujan selalu tersimpan banyak alur cerita yang terdapat di sana, sambil medengarkan butir tetes hujan dalam jumlah milyaran dengan nada yang beraturan namun indah.
Rabu, 18 Maret 2015 | By: Unknown

Appreciated



Everyone need appreciated. 
But no many people doesn't know that !!
They just consider important his self,
 for getting that appreciated.
Selasa, 24 Februari 2015 | By: Unknown

Dua Wujud yang Memiliki Kesamaan dan Perbedaan



Uang memiliki dua sisi. Sisi depan dan juga sisi belakang.
Begitu juga dengan manusia yang memiliki dua sisi, sisi baik dan sisi buruk.

Namun keduanya sangat berbeda. Dimana sisi depan dan sisi belakang uang jika dalam kondisi yang sangat buruk, ia masih dapat digunakan.

Jumat, 14 November 2014 | By: Unknown

World In Comedy - Part 3 : Ingin Kami Hanya Didengar ...,



Ingin Kami Hanya Didengar
Bukan Maksud Kami Melawan atau Berkelakar
(Oleh: Andrew A. Navara)

Tolong beri ruang gerak yang banyak untuk kami dapat menyampaikan aspirasi kami sebagai warga Negara ini. Dan mohon untuk menerimanya dengan segala lapang dada. Jika memang tidak menerimanya mohon untuk tak memainkan hukum yang kami tidak tahu menahu tentang hukum yang ada di Negara kami beranjak ini. Hukum kerap memberikan despensasi bagi orang-orang yang berkantong tebal saja. Seakan-akan segala masalah yang berhubungan dengan hukum dapat teratasi dengan mudah, hanya dengan oleh banyaknya berapa jumlah kantong yang ada di dalam saku masing-masing yang sedang berhubungan dengan hukum tersebut. Sebagaimana yang sudah tampak oleh kedua mata kami melalui media-media elektronik yang meyajikan berbagai macam berita yang terjadi di Negara kami.
Senin, 06 Oktober 2014 | By: Unknown

World In Comedy - Part 2 : Sudah Tidak Biasa Lagi

(Oleh: Andrew A. Navara)


Ini sudah tidak biasa sekali bukan ??
Menjunjung tinggi (bahkan setinggi-tingginya) dan menganggap seseorang (orang lain) adalah seorang yang begitu berharga dalam hidup kita, ketika orang itu berada di puncaknya. Tetapi...., masih adakah yang akan menjunjung orang itu dan mengaggapnya ketika ia berada di jurang yang mungkin tak kau inginkan ?? Lalu Anda meninggalkannya lalu menarik ucapan Anda, lalu dengan entengnya mengatakan, “Ia sebenarnya bukan siapa-siapaku.” Lebih dari itu, mungkin ?? Anda akan membicarakan yang menjadi kejelekannya lalu melupakan segala hal yang menjadi nilai plus sewaktu ia berada di puncaknya seperti dulu.
Sabtu, 27 September 2014 | By: Unknown

Kelakarku, Karena Kau


Gila adalah ketika melihatmu.

Melihatmu dalam waktu yang cukup lama.

Lama... lama... dan lama...
Hingga membuatku terjatuh tak tahu arah...
Tak tahu arah kemana aku akan beranjak pergi...
Pergi untuk meninggalkan.
Atau pergi untuk menetap...

Menetap untuk mempertahankan aku bersamamu.
Atau...
Meninggalkanmu, kemudian menjatuhkan diri ini
Untuk yang lainnya ??
Seorang yang mungkin bisa lebih mencintaiku
Dengan kesungguhannya ??

Kita jalani saja waktu yang berjalan ini,
Diantara kau dan aku.
Sebaris kata yang kau ucap dan aku masih mengingat itu.

Hatiku berkelakar mendengar pernyataanmu itu.
Bagaimana mungkin kita jalani saja,
Dan waktu yang akan menentukan akhir kisah kita ??

Kau tak tahu ??
Waktu kapanpun saja akan merestui kita.
Tak perlu kita menunggunya.

Karena...
Bukan waktu yang menentukan akhir dari cerita kita.
Namun tekad jalan yang kita ambil.


-Andrew A. Navara-