Aku hanya terdiam, seperti kambing dungu yang terdiam sedang menikmati suara gemerisik rerumputan panjang hijau. Melihatnya lekat-lekat hingga menanti rerumputan itu masak dan siap untuk disantap. Sesekali dalam penantian itu, memakan rerumpun garing yang sudah tak layak untuk dimakan, karena jarak umput dan tanah begitu dekat hingga berkali-kali tersedak.
Andrew A. Navara
About Me
- Unknown
Labels
- Antologi Andrew Arwind Bersama Penulis/Pengarang Lainnya (18)
- Cerbung (20)
- Cerpen (6)
- Diskusi Group Inspirasi-Ku (14)
- FF (40)
- Karya Andrew A. Navara (20)
- Malaikat Cermin (2)
- Negeri 1980 (6)
- Quotes (79)
- Tentangnya (3)
- World in Comedy (11)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
Antara Diam dan Juga Sebab
Aku hanya terdiam, seperti kambing dungu yang terdiam sedang menikmati suara gemerisik rerumputan panjang hijau. Melihatnya lekat-lekat hingga menanti rerumputan itu masak dan siap untuk disantap. Sesekali dalam penantian itu, memakan rerumpun garing yang sudah tak layak untuk dimakan, karena jarak umput dan tanah begitu dekat hingga berkali-kali tersedak.
Ketika Hujan
genting
dan juga helai daun beserta ranting, basah
mengucurkan
liter air yang terjatuh dari awan
selimut-selimut
tebentang dari lipatannya
semacam
ia terbangun saat musim hujan
dan
tertidur lama saat musim kemarau
Ukhuwah di Ujung Hayat
(Oleh: Andrew A. Navara & Diis Yosri)
Aku ingat betul
ketika ibu harus meniggalkan rumah, mengajakku bersama Laudya.Waktu itu terjadi
perdebatan yang hebat di dalam kamar mereka. Tangis ibu pecah di dalam sana.
Sedangkan bapakmenjatuhkan guci hingga menjadi berkeping-keping. Selepas menjatuhkan
guci, bapak mendadak hening dan langsung duduk di kursi. Aku melihat bapak
termenung dan tak mendegarkan tangis pecah ibu yang begitu keras.
Dalam diamnya,
aku melihat bapak lebih memilih acuh terhadap tangisan ibu dan memilih mengisap
sebatang rokok miliknya.
Negeri 1980 - Part 6
(Oleh: Andrew A. Navara)
Listrik di zaman dulu sangat minim. Belajar pun dengan menggunakan cahaya yang sangat minim. Lampu ublik (lampu dinding) begitulah kami orang Jawa menyebutnya. Lampu yang berbahan bakar minyak tanah dan sumbu yang ada di ujungnya sebagai pencahayaannya. Kalaupun tak ada lampu ublik, lilin pun akan jadi sebagai penggantinya.
Perjuangan
yang amat sangat, terlebih berada di dalam pelosok waktu itu. Membaca kadang
tak jelas dengan pencahayaan minim. Mata terkadang juga sakit. Bahkan beberapa
temanku pun ada yang sampai membaca bukunya dengan mendekatkan matanya yang
amat sangat dekat meskipun saat pagi dan siang.
Pubertas
(Oleh: Andrew A. Navara & Dannsaurus )
Merah ranum bibirnya sedari tadi kuperhatikan.
Gaya pakaiannya pun juga kulihat setiap jengkalnya. Mataku tak hentinya
melihat, sampai aku lupa bagaimana caranya mengedipkan mata. Cara jalannya pun
berbeda. Lebih anggun dan tak sembrono seperti saat ia masih duduk di bangku
SMP dulu. Mungkin
saja dia telah sadar bahwa dirinya sekarang adalah perempuan yang telah
sepantasnya menjaga penampilan.
Perempuan itu sekarang sedang duduk tak jauh dari
hadapanku. Di kantin inilah dia dan teman-temannya membentuk perkumpulan
semacam geng. Tampaknya mereka sedang berbincang santai
bersama teman-tamannya sembari menyantap
semangkuk bakso yang sudah menjadi kesukannya. Bibirnya sangat terlihat sensual saat
dia melahap bakso pesanannya. Sesekali ia
menyeruput es teh yang selalu menjadi pendamping
baksonya. Beberapa kali ia tampak mengusap mukanya yang telah basah oleh
keringat akibat sambal yang terlalu banyak dia tambahkan. Aku menebaknya begitu, sebab hanya kuah bakso miliknya saja yang berwarna orange, warna yang
berbeda dari perempuan di sampingnya itu.
Negeri 1980 - Part 5
(Oleh: Andrew A. Navara)
Kau
boleh saja, mengatakan, ‘Orang Kuno…, Ndesoo…, Nggak Modern…, Terlalu Berisik.’
Silahkan saja. Aku tak apa-apa. Mungkin orang terdahulumu pun juga tidak
apa-apa kepada apa yang kau buat candaan itu. Candaan yang terkadang buat kami
merasa tersindir, tanpa sepengetahuan kalian. Bukan membawa perasaan….
Melainkan ini mengenai perasaan. Tidak ada yang bisa mengerti perasaan orang
lain, terkecuali orang itu sendiri dan sang Pencipta.
Negeri 1980 - Part 4
(Oleh: Andrew A. Navara)
Bukan…
ibu bukan sadis kepada anaknya dengan melakukan hal seperti itu kepada anaknya.
Melaikan dengan melalui cara itulah ibu bisa memasukkan jamu ke dalam anaknya
agar tidak anaknya tidak sakit.
Kadang
beliau berkata kepada tetangga sebelah saat Sri sakit. “Lebih baik aku yang
sakit mbak yuuu, ketimbang anakku yang kecil, Sri itu sakit.” Meskipun Sri
kecil yang dulu itu terkadang memukul-mukul ibu saat memaksanya untuk minum
jamu.
Negeri 1980 - Part 3
(Oleh: Andrew A. Navara)
Terlebih dahulu motor yang masih menggunakan motor bermesin
dua tak. Kau tahu apa itu mesin dua tak? Aku rasa kau akan menertawakan bila
kau mengetahuinya. Mungkin kau akan bilang, ‘Orang Kuno…, Ndesoo…, Nggak
Modern…, Terlalu Berisik.’ Memekakkan telinga. Bahkan asapnya akan mebuat orang
naik darah, khususnya yang naik darah orang-orang di zaman seperti sekarang
ini.
Lebihkan Cinta PadaNya
Kecintaanmu janganlah engkau lebihkan kepadaku.
Sebab, aku bisa saja
membuatmu luka.
Justru, lebihkanlah cintamu itu kepadaNya,
Ungkapan Surat R. A. Kartini
Begitu menggugah sekali nyatanya surat R.A. Kartini yang ditujukan
kepada seorang sahabatnya. Saya begitu telat mengetahui surat yang
pernah ditulis oleh beliau. Berikut yang saya dapatkan dari blog, http://uniqpost.com/…/mengenang-r-a-kartini-lewat-10-ungka…/
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari:
Popular Posts
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Pukul 16.55 WIB, 23 Maret 2016. Seseorang laki-laki yang duduk di sebelah saya berbicara tentang SABAR. Sa...
-
(Oleh: Andrew A. Navara) Macam Komunis!! Memperlakukan manusia tak sewajarnya. Mencaci hingga tak peduli hati yang dicaci menja...
-
Tak akan lagi terdengar suara yang bergantian membaca ayat per ayat setelah isya'. Bukan isya'…, lebih tepatnya setelah tarawih ...
-
Kepakan sayapnya tak jua saja melepaskan darinya tempat yang menyekapnya sejak bertahun-tahun. Hidangan makanan yang tersaji cuman itu-...
-
Nb: Karya yang sudah lama, dan baru terposting tahun ini. Antologi 19 Andrew Arwind bersama penulis lainnya. D...
-
Banyak yang mendjudge, tetapi banyak juga yang tak menahu siapa dirinya. Banyak yang bertanya mengapa orang bersikap demikian,
-
Deejay Supriyanto & Andrew A. Navara (Sebuah Kumpulan Cerpen) Terdapat: 6 Kumpulan Cerpen Oleh: Deejay Supriyanto 7 ...
-
Orang pintar adalah orang yang merasa bodoh. Sehingga tidak berhenti membaca dan belajar. - Buya Hamka – Setinggi apapun, sebanyak...
-
Jiwa yang sedang bernapas sedang meletakkan tubuhnya. Melepas penat setelah beraktifitas. Tak semua. Sebab ada sebagian dari mereka mas...
-
Kunang-kunang terbang membawa lampu otomatis di bagian tubuhnya. Terang dan bahkan juga meredup. Warna-warni dan tak hanya melulu satu ...
Texts
Blogger Tricks
.

